Bunuh Diri, Jalan Haram Lari dari Frustasi


Saya agak kaget juga membaca berita jika kasus bunuh diri di Jakarta cukup tinggi. Bahkan ada kecendrungan terus meningkat. Apakah kasus bunuh diri ini erat kaitannya dengan masalah ekonomi? Mungkin ada benarnya juga. Kesulitan ekonomi bisa membuat gelap mata seseorang, sehingga bunuh diri menjadi jalan terakhir untuk bebas dari masalah.

Dalam kamus bebas Wikipedia, bunuh diri (dalam bahasa Inggris: suicide; dalam budaya Jepang dikenal istilah harakiri) adalah tindakan mengakhiri hidup sendiri tanpa bantuan aktif orang lain. Alasan atau motif bunuh diri bermacam-macam, namun biasanya didasari oleh rasa bersalah yang sangat besar, karena merasa gagal untuk mencapai sesuatu harapan.

Motif bunuh diri juga ada banyak ragamnya. Di antarnya, karena dilanda keputusasaan dan depresi, cobaan hidup dan tekanan lingkungan, gangguan kejiwaan, himpitan ekonomi atau kemiskinan. Selain itu ada juga motifnya akibat penderitaan yang disebabkan penyakit yang berkepanjangan.

Seperti dilaporkan detikom, Selasa (15/2/2011), data dari Polda Metro Jaya menunjukan tahun 2009 kejadian bunuh diri mencapai 165 kasus, sedangkan tahun 2010 meningkat jadi 176 kasus. Dengan kata lain, hampir mendekati dua hari sekali yang bunuh diri di Jakarta.

Menurut data tersebut, insiden yang paling menyita perhatian adalah loncat dari gedung bertingkat. Pada periode 2010, tercatat 7 orang mengakhiri hidup dengan cara konyol itu.

Apakah dengan bunuh diri masalah akan selesai? Mungkin bagi yang bersangkutan yang tak bisa lagi berpikir secara rasional, bunuh diri menjadi satu-satunya solusi yang paling akhir. Ketika ada kebuntuan dan frustasi hebat, ditambah tekanan dari luar yang demikian hebat, bunuh diri cara paling cepat mengakhuiri semuanya.

Namun dalam beberarpa kasus seperti diungkap polisi, mereka bunuh diri memilih tempat yang justru ramai banyak orang, seperti di pusat perbelanjaan atau mall. Kontan aksi nekat ini mengundang perhatian karena di keramaian.

Peristiwa bunuh diri di Jakarta yang terbilang tinggi ini, menjadi gambaran jika kehidupan di kota memang penuh tekanan. Hal ini terutama untuk kasus bunuh diri yang dilatari faktor ekonomi atau kemiskinan. Namun seorang anggota polisi justru meledakan kepala dengan peluru dari pistolnya sendiri gara-gara asmaranya, hubungannya tak direstui.

Dulu saya sempat berbincang dengan seorang psikolog senior dari Universitas Indonesia yang kini sudah almarhum, Sartono Mukadis. Kata beliau, sulit untuk menjelaskan kenapa seseorang nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Bunuh diri adalah keputusan pribadi yang hanya tahu dirinya sendiri.

Bunuh diri itu absurb dan tak bisa diterangkan. Meski demikian seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri pasti ada problem yang dihadpinya. Misalnya, seseorang yang menderita sakit tidak sembuh-sembuh, atau seperti mahasiswa YAI yang terjun dari gedung kampus Atmajaya lantaran kualiahnya tidak lulus-lulus.

Dalam ajaran Islam, bunuh diri sangat dilarang yang merupakan dosa besar. Bunuh diri adalah jalan haram untuk lepas dari keputusasaan. Banyak ayat dalam Alquran mengenai larangan bunuh diri ini.

Misalnya, An-Nisaa (4:29), Allah berfirman, “Dan janganlah kamu bunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

“Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56).

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)

Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az-Zumar : 53)

….. dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisaa’ : 29)

Dalam hadis Nabi juga dibahas soal bunuh diri ini. Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menerjunkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka dia di neraka jahannam menerjunkan diri di dalamnya, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun untuk bunuh diri, maka racunnya itu di tangannya dia meminumnya di neraka jahannam kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata tajam itu di tangannya dia melukai dengannya di neraka jahannam, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasai)

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bunuh diri dengan menggantung diri, dia akan menggantung diri di neraka. Orang yang menikam dirinya (dengan senjata tajam) maka dia akan menikam dirinya di neraka. Dan orang yang bunuh diri dengan menerjunkan diri dari tempat yang tinggi, maka dia akan menerjunkan diri di neraka”. (HR. Bukhari).

Dari keterangan di atas sangat jelas bagaiman akibat dari bunuh diri tersebut. Bunuh diri bukan solusi lari dari masalah di dunia. Bagi seorang muslim, jalan bunuh diri tak lain membuka pintu penderitaan yang kekal di kehidupan akhirat. Bunuh diri adalah tindakan terkutuk yang tidak akan diampuni Allah.

Allah, yang maha pengasih dan penyang sengaja menurunkan cobaan atau ujian yang lain untuk mendekatkan hamba pada rahmat-Nya. Dan Allah pun dalam menurunkan ujian, cobaan, bahkan hukuman tidak akan melampaui batas kemampuan hambanya. Dalam setiap kesulitan hidup, Allah memberikan semua solusinya. Namun setiap insan tentunya memiliki taraf yang berbeda-beda dalam menghadapi ujian tersebut, tergantung dari keimanan dan ketakwaan masing-masing. Jauhilah bunuh diri karena Allah sangat sanyang pada hambanya yang berserah diri.

Comments